Jumat, 01 Februari 2013

Kalau kau bisa memilih untuk tertawa, kenapa harus menangis?


Tidak ada hidup yang sempurna, tidak selamanya yang berada di atas akan tetap di tempatnya, tidak mungkin roda tidak pernah berputar, dan bintang yang teralu lama bersinar pun akan terbakar dan hangus. Pertanyaannya, apa yang akan kau lakukan setelah jatuh? 

Bayangkan saja kalian sedang belajar bersepeda dan pada latihan pertama kalian langsung jatuh dan terluka. 

Kecuali kalian mati, jawabannya tidak mungkin tetap terbaring di tanah dan tidak bergerak. Apakah kalian akan menangis dan tidak mau naik sepeda lagi atau kalian akan bangun dan mencoba sekali lagi? Atau kalian akan bangun, tertawa, dan mencoba sekali lagi? 

Pilihan kedua dan ketiga tidak terlalu berbeda, gue hanya menyelipkan tertawa di dalamnya. Kenapa? Itu yang akan gue bahas di sini. 
"There are people who see a forest and people who see trees. I see the sky floating above them."  Tablo. 
Masalahnya hampir semua orang melihat sesuatu hanya dari satu sisi. Karena sakit mereka mengecapnya sebagai hal buruk. Siapa yang mengajari kalian kalau hal yang menyakitkan itu buruk? Mungkin kalian terluka, tapi lihat juga sisi baiknya. Selalu ada hal baik dibalik hal buruk. Tapi terkadang hal-hal baik itu terlalu terang dan menyilaukan mata sehingga tidak terlihat. Nggak percaya?

Manusia punya kelenjar air mata dan otot-otot di wajah yang bisa menaikkan kedua sudut bibir, dan kalian bebas menggunakannya. Kalian bisa menangis atau tertawa sesuka kalian, palsu atau genuine. Jadi, kalau kalian bisa memilih untuk tertawa, kenapa harus menangis?  

Gue pernah jatuh dari sepeda kok, dan gue tertawa.

Coba kalian lihat music video yang ini.


Reaksi kalian pasti berbeda-beda. Beberapa teman yang pernah gue suruh nonton juga punya reaksi yang berbeda-beda. Ada yang mengerutkan dahi dan menge'bash' (entah apa itu Bahasa Indonesianya) dan ada pula yang tertawa terbahak-bahak. Kalau gue? Awalnya gue ketawa seperti yang lain, tapi setelah tahu arti dari lirik lagunya, gue jadi sedih. Nah, ini ngebuktiin kalau tiap hal punya sisi yang berbeda.

Mungkin itu juga kenapa biasanya sebuah film punya lebih dari satu genre. Selain objek itu sendiri yang punya banyak sisi, lingkingan juga punya pengaruh dalam bagaimana kita melihat suatu objek. Gue dan teman-teman gue suka nonton film bareng, dan hampir semuanya adalah film horror. Tapi instead of berteriak-teriak ketakutan, kami malah lebih sering tertawa karena celetukan atau kritikan salah satu orang. 

Sekarang kalian percaya kan kalau setiap hal punya banyak sisi? 

And please note that even the falling star still shines. Seperti yang kalian tahu, roda akan terus berputar, hari ini kalian di bawah, besok kalian aka berada di puncak. Tinggal bagaimana kalian menginjak rem setelah berada di puncak. Kalau gagal ya tertawa saja lagi dan kayuh lebih kuat sampai kalain berada di puncak lagi. Ingat kata Jason Mraz, buatlah kesalahan kalian terlihat gracious. 
"If you can't make it better, you can laugh at it." Erma Bombeck. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar